Rangkuman Buku “Menulis Artikel dan Tajuk Rencana: Panduan Praktis Penulis dan Jurnalis Profesional”

Maret 10, 2009 § 2 Komentar

I. Mengapa Menulis Artikel

A. Pengertian Artikel

Artikel adalah tulisan lepas berisi opini seseorang yang megupas tuntas suatu suatu masalah tertentu yang sifatnya aktual dan atau kontroversial dengan tujuan untuk memberi tahu (informatif), memengaruhi, dan meyakinkan (persuasif argumentatif), atau menghibur khalayak pembaca (rekreatif). Secara teknis jurnalistik, artikel adalah salah satu bentuk opini yang terdapat dalam surat kabar atau majalah. Disebut salah satu karena masih ada bentuk opini yang lain dalam surat kabar. Contohnya tajuk rencana, karikatur, pojok, kolom, dan surat pembaca.

B. Karakteristik Artikel

Artilkel yang ditulis untuk konsumsi surat kabar atau majalah memiliki tujuh karakteristik:

  1. Ditulis dengan atas nama (by line story)
  2. Mengandung gagasan aktual dan atau kontroversial
  3. Gagasan yang diangkat harus menyangkut kepentingan sebagian terbesar khalayak pembaca
  4. Ditulis secara referensial dengan visi intelektual
  5. Disajikan dalam bahasa yang hidup, segar, popular, dan komunikatif
  6. Singkat dan tuntas
  7. Orisinal

C. Jenis-jenis Artikel

Secara umum artikel dapat dibedakan menurut jenis serta tingkat kesulitan yang dihadapi, antara lain :

1. Artikel praktis

Artikel praktis lebih bersifat petunjuk praktis tentang cara melakukan sesuatu, misalnya petunjuk cara membuka internet.

2. Artikel ringan

Artikel ringan lazim ditemukan pada rubrik anak-anak, remaja, wanita, dan keluarga. Artikel jenis ini lebih banyak mengangkat topik bahasan yang ringan dengan cara penyajian yang ringan pula, dalam arti tidak menguras pikiran kita.

3. Artikel halaman opini

Semua artikel merupakan opini. Yang dikmaksud dengan artikel halaman opini ialah artikel yang terletak di halaman opini bersama dengan tajuk rencana, karikatur, surat pembaca, dan kolom. Penamaan artikel halaman opini dimaksudkan terutama untuk memudahkan kita dalam mengenali jenis-jenis artikel yang terdapat dalam surat kabar, tabloid, atau majalah.

4. Artikel analisis ahli

Artikel analisis ahli biasa ditemukan pada halaman muka, halaman-halaman berita, atau halaman dan rubrik-rubrik khusus tertentu. Sesuai dengan namanya, artikel jenis ini ditulis oleh ahli atau pakar di bidangnya dalam bahasa yang populer dan komunikatif.

D. Kedudukan dan Fungsi Artikel

  1. Sebagai penafsir dan penerjemah berita bagi surat kabar
  2. Sebagai wahana diskusi dan sosialisasi gagasan, kontribusi pemikiran dalam kerangka mencari solusi, serta proses sarana aktualisasi dan eksistensi diri bagi penulis.

E. Syarat Jadi Penulis Artikel

  1. Teknikal
  2. Mental
  3. Reading habit
  4. Intelektual
  5. Sosiokultural

2. Persiapan Menulis Artikel

A. Tiga Tahap Menulis Artikel

  1. Persiapan Penulisan (prewriting)

· Aspek administratif

Menyiapkan hal-hal yang sifatnya administratif, seperti mesin tik, pita mesin tik, komouter, tinta, kertas (peralatan sejenis yang mendukung proses penulisan), dan sumber-sumber rujukan yang diperlukan.

· Aspek teknis

Peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan prosaes penulisan.

· Aspek akademis

Menyangkut pengetahuan atau wawasan kita mengenai hal yang akan diangkat pada artikel.

· Aspek psikologis

Jadikan kegiatan menulis menjadi kegiatan yang menyenangkan dan dapat mengembangkan diri. Untuk menjadikan kegiatan menulis sebagai kegiatan yang menyenangkan maka diperlukan suasana yang menyenangkan saat menulis.

  1. Tahap pelaksanaan penulisan

Harus berkonsentrasi penuh.

  1. Tahap perbaikan materi tulisan

· Revisi Judul

· Revisi intro

· Revisi komposisi

· Revisi akurasi dan relevansi data

· Revisi ejaan dan istilah teknis

· Revisi gramatika

· Revisi bobot dan substansi materi tulisan

· Asumsi dampak yang diharapkan

B. Carilah Ide yang Menarik

  1. Sumber ide artikel (Menurut Prof. Wayne N. Thompson dalam Fundamentals of Communication)

· Pengalaman pribadi

· Hobi

· Pengalaman pekerjaan atau profesi

· Pendapat dan hasil pengamatan pribadi

· Peristiwa aktual

· Peristiwa yang bakal terjadi

· Masalah abadi, seperti agama, pendidikan, kemanusiaan

· Masalah masyarakat yang belum terselesaikan

· Kejadian khusus seperti peringatan hari bersejarah

· Minat khalayak seperti kesehatan, penampilan, mode.

  1. Menyeleksi dan menetapkan ide

· Aktual

· Relevan

· Terjangkau

C. Tetapkan Topik secara Spesifik

  1. Topik harus sesuai dengan latar belakang pendidikan
  2. Topik harus menarik minat kita dan minat khalayak
  3. Topik harus sesuai dengan bingkai pengetahuan khalayak
  4. Topik harus aktual, fenomenal, atau kontoversial
  5. Topik harus jelas ruang lingkup dan pembatasannya
  6. Topik harus ditunjang dengan bahan yang ada (referensial)

D. Pilih Judul Provokatif

Judul artikel yang baik konsumsi pers harus memenuhi tujuh syarat:

1. Provokatif

2. Singkat Padat

3. Relevan

4. Fungsional

5. Informal

6. Representatif

7. Merujuk pada bahasa baku

E. Rumuskan Tesis Secara Ringkas

Tesis adalah pendapat utama dari keseluruhan uraian artikel yang kita tulis. Bisa juga disebut sebagai kesimpulan. Tesis artikel yang baik harus memenuhi tiga syarat:

  1. Ringkas dan jelas
  2. Mencerminkan topik
  3. Mengandung kebaruan

F. Buatlah Kerangka Sederhana

Kerangka sesderhana ini berisi tentang:

  1. Ide
  2. Topik
  3. Tesis
  4. judul
  5. Kerangka artikel merujuk pada pola 3P (Pendahuluan, Pembahasan, Penutup) dan rumus ABC (mengurutkan atau menggolongkan urutan pekerjaan dalam membuat artikel yang sifatnya alfabetis)
  6. Referensi

G. Pilih Referensi yang Relevan

3. Pelaksanaan Menulis Artikel

A. Apakah Intro Itu?

Anatomi artikel dibagi tiga bagian: pembukaan, pembahasan, penutup. Bagian pembukaan itulah yang disebut intro.

B. Fungsi Intro Artikel

  1. Atraktif

Artinya intro yang ditulis harus mampu untuk membangkitkan perhatian khalayak pembaca terhadap topik yang dibahas.

  1. Introduktif

Intro yang ditulis harus dapat mengantarkan pokok persoalan dengan tegas dan jelas sehingga pembaca dapat mengenali dan merumuskannya dengan mudah.

  1. Korelatif

Kalimat dan paragraf pertama harus dapat membuka jalan bagi kalimat dan paragraf kedua dan seterusnya.

  1. Kredibilitas
  2. fungsi yang bersinggungan dengan kategori dan bobot akademis pada intro artikel disebut fungsi penumbuhan kredibilitas penulis.

C. Jenis-Jenis Intro Artikel

  1. Langsung menyebutkan pokok persoalan. Biasanya dilakukan bila topik menjadi pusat perhatian khalayak.
  2. Melukiskan latar belakang masalah.
  3. Menghubungkan dengan peristiwa mutakhir atau kejadian yang sedang menjadi pusat perhatian masyarakat.
  4. Menghubungkan dengan peristiwa yang sedang diperingati.
  5. Menghubungkan dengan tempat penulis melakukan aktivitasnya.
  6. Menghubungkan dengan suasana emosi yang tengah meliputi khalayak.
  7. Menghubungkan dengan peristiwa sejarah yang terjadi di masa lalu.
  8. Menghubungkan dengan kepentingan vital strategis khalayak.
  9. Memberikan pujian pada khalayak atas prestasi mereka.
  10. Memulai dengan suatu pernyataan yang mengejutkan.
  11. Mengajukan pertanyaan provokatif atau serentetan pernyataan.
  12. Menyatakan kutipan.
  13. Menyatakan pengalaman pribadi penulis atau seseorang.
  14. Mengisahkan cerita faktual, fiktif, atau situasi hipotetis.
  15. Menyatakan teori atau prinsip-prinsip yang diakui kebenarannya.
  16. Membuat humor atau anekdot.

D. Mengembangkan Bahasan Artikel

Terdapat enam teknik yang dapat digunakan untuk mengembangkan bahasan artikel:

  1. Penjelasan
  2. Contoh
  3. Perbandingan
  4. Kutipan
  5. Statistik
  6. Penegasan

E. Tiga Prinsip Komposisi Artikel

  1. Kesatuan
  2. Pertautan
  3. Titik berat

F. Enam Urutan Organisasi Pesan

  1. Deduktif
  2. Induktif
  3. Kronologis
  4. Logis
  5. Spasial
  6. Topikal

4. Cara dan Syarat Menulis Artikel

A. Syarat artikel layak kirim

1. Topik yang diangkat sangat aktual

2. Tesis yang diajukan orisinal serta mengandung gagasan baru dan segar

3. Materi yang dibahas menyangkut kepentingan masyarakat luas

4. Topik yang disampaikan tidak bertentangan dengan aspek etis, sosiologis, yuridis, dan ideologis

5. Ditulis dalam bahasa baku yang benar, baik, lincah, dan segar, mudah dicerna, dam ringan dibaca

6. Mencerminkan visi dan sikap penulis sebagai seorang intelektual

7. Referensial

8. Singkat utuh dan tuntas

9. Memenuhi kebutuhan sekaligus bisa mengikuti selera dan kebijakan redaksional media massa

10. Memenuhi kualifikasi teknis administratif media massa bersangkutan

B. Mengapa artikel tidak dimuat?

1. Naskah terlalu panjang

2. Kehilangan momentum akibat terlambat dikirimkan.

C Revisi naskah setelah ditolak

  1. Membaca dan memeriksa kembali
  2. Melakukan evaluasi secara menyeluruh
  3. Melakukan revisi atau modifikasi seperlunya
  4. Mendokumentasikan sebagai bahan instropeksi

5. Teknik Menulis Tajuk Rencana

A. Arti dan Fungsi Tajuk Rencana

  1. Menjelaskan berita
  2. Menjelaskan latar belakang
  3. Meramalkan masa depan
  4. Menyampaikan pertimbangan moral

B. Jenis-Jenis Tajuk Rencana

  1. Tajuk rencana yang memberikan informasi semata
  2. Tajuk rencana yang bersifat menjelaskan
  3. Tajuk rencana yang bersifat memberikan argumentasi
  4. Tajuk rencana yang menjuruskan timbulnya aksi
  5. Tajuk rencana yang bersifat jihad
  6. Tajuk rencana yang bersifat membujuk
  7. Tajuk rencana yang bersifat memuji
  8. Tajuk rencana yang bersifat menghibur

D. Fungsi dan tugas Tim Editorial

  1. Menyelenggarakan rapat khusus tim editorial setiap hari
  2. Mencari dan menyeleksi ide serta menetapkan tajuk rencana untuk edisi penerbitan besok
  3. Mendiskusikan dan memberikan pembobotan terhadap topik liputan terpilih
  4. Menetapkan kesimpulan tentang pendapat dan sikap yang harus disampaikankepada masyarakat luas
  5. Menunjuk penulis tajuk rencana yang diambil dari tim editorial untuk topik yang sudah didiskusikan
  6. Menuangkannya dalam opini tajuk rencana secara ringkas, jelas, lugas
  7. Melakukan revisi atau menundanya apabila perkembangan situasi atau pertimbangan pemimpin redaksi, naskah tajuk rencana tersebut tidak memungkinkan untuk diturunkan pada edisi penerbitan hari ini.
  8. melakukan evaluasi dan proyeksi keesokan harinya setelah mengamati dan mempelajari dengan seksama berbagai peristiwa yang terjadi dalam 24 jam terakhir

E. Tahapan Menulis Tajuk Rencana

  1. Pencarian ide dalam topik
  2. Seleksi dan penetapan topik
  3. Pembobotan substansi materi dan penetapan tesis dari keseluruhan uraian tajuk rencana
  4. Pelaksanaan penulisan

F. Kriteria Topik Tajuk Rencana

  1. Topik merujuk pada berita yang aktual atau kontroversial
  2. Topik sesuai dengan filosofi, visi, misi, dan kebijakan umum media penerbitan pers
  3. Topik sejalan dengan kualifikasi dan fokus wilayah sirkulasi media penerbitan
  4. Topik berpijak pada kaidah dan nilai standar jurnalistik seperti aktualitas, objektivitas, keluarbiasaan, dan prinsip peliputan berimbang.
  5. Topik tidak bertentangan dengan aspek ideologis, yuridis, sosiologis, dan etis yang terdapat dalam masyarakat atau bangsa.
  6. Topik senantiasa berorientasi pada nilai-nilai luhur kemanusiaan.

G. Tesis Tajuk rencana

Tesis adalah pendapat utama dari seluruh uraian tajuk rencana. Tesis disebut juga kesimpulan. Tesis tajuk rencana disampaikan melalui dua cara, terbuka dan tertutup. Terbuka apabila tesis dirumuskan dalam rangkaian kalimat ringkas, lugas, dan tegas secara tersurat. Tesis tersurat bersifat tembak langsusng, tidak memberi kesempatan pada pembaca untuk melakukan interpretasi. Tesis tertutup apabila kesimpulan yang hendak ditawarkan kepada khalayak pembaca tidak dirumuskan dalam kalimat yang ringkas, lugas, dan tegas. Pesan disampaikan secara tersirat, samar-samar

H. Judul Tajuk Rencana

Syarat judul tajuk rencana secara umum sama dengan judul artikel opini, yaitu harus provokatif, singkat, padat, relevan, fungsional, informal, representative, dan merujuk pada bahasa baku.

I. Anatomi Tajuk Rencana

Anatomi atau rangka utama tajuk rencana terdiri atas pembuka, pengembang, dan penutup. Tugas pengembang adalah membuat bahasan tajuk rencana menjadi lebih terfokus. Bahasan tajuk rencana dapat dikembangkan antara lain dengan menggunakan teknik penjelasan, kutipan, contoh, dan statistik.

J. Teori ANSVA dan Teori SEES

Menyusun tajuk rencana yang baik dapat dilakukan dengan cara merujuk pada teori ANSVA dari Alan H Monroe. Menurut Monroe dalamdalam Raymond S. Ross, dalam Persuasion: Communication and Interpersonal Relation (1974:185), terdapat lima tahap urutan motif yang sesuai dengan cara berpikir manusia dalam formula ANSVA: perhatian (attention), kebutuhan (needs), pemuasan (satisfaction), visualisasi (visualization), dan tindakan (action).

Menurut teori SEES ada empat tahap untuk mempengaruhi khalayak pembaca yang sedang sibuk, dalam situasi bergegas. Pertama, lontarkan pernyataan singkat yang dapat menggugah perhatian khalayak pembaca (statement). Kedua, beri penjelasan yang relevan terhadap pernyataan singkat tersebut (explanation). Ketiga, yakinjkan penjelasan dengan memberikan contoh-contoh (example). Keempat, ikat hati dan pikiran pembaca dengan kesimpulan yang tegas dan ringkas (summary).

6. Mengenali Karakteristik Pers

A. Lima fungsi pers

  1. Informasi
  2. Edukasi
  3. Koreksi
  4. Rekreasi
  5. Mediasi

B. Lima karakteristik pers

  1. Periodesitas
  2. Publisitas
  3. Aktualitas
  4. Universalitas
  5. Objektivitas

C. Tiga Tiplogi Pers

  1. Pers berkualitas
  2. Pers popular
  3. Pers kuning

D. Wilayah sirkulasi pers

  1. Pers komunitas
  2. Pers lokal
  3. Pers nasional
  4. Pers internasional

E. Tiga pilar utama pers

  1. Idealisme
  2. Komersialisme
  3. Profesionalisme

F. Enam landasan pers nasional

Dalam SK Dewan Pers 79/1974 ditegaskan, pers nasional berpijak pada enam landasan yakni landasan idiil Pancasila, landasan konstitusiona UUD 45, landasan strategis operasional GBHN, landasan yuridis UU Pokok Pers No. 11/1966, landasan sosiologis tata nilai dan norma sosial budaya agama yang berlaku pada masyarakat Indonesia, dan landasan kode etik PWI

G. Bahas Jurnalistik Pers

1. Sederhana

2. Singkat

3. Padat

4. Lugas

5. Jelas

6. Jernih

7. Menarik

8. Demokratis

9. Mengutamakan kalimat aktif

10. Menghindari kata atau kalimat teknis

About these ads

Tagged: ,

§ 2 Responses to Rangkuman Buku “Menulis Artikel dan Tajuk Rencana: Panduan Praktis Penulis dan Jurnalis Profesional”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Apa ini?

Saat ini Anda membaca Rangkuman Buku “Menulis Artikel dan Tajuk Rencana: Panduan Praktis Penulis dan Jurnalis Profesional” pada catatan calon wartawan.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 842 pengikut lainnya.